Mari masuk ke alam khayalku yang lama kutinggalkan dan coba apa yang akan kutemukan di sana !!!
Wait…
Start
Aku menemukan sesosok peri kecil sedang meringkuk sedih di atas kotak cahaya yang berangsur membatu.
Sayapnya kelu..kaku..terisak kecil dan berpasrah seperti menunggu sang kala menjemput
Ia katakan tak mampu terbang berkeliling “labirin kata” lagi karna telah lama terbengkalai
“…warnaku semakin pudar putri kecilku..”
Aku melihatnya semakin tak terlihat
Perlahan kuingat dia..peri kecil yang sedari rahim Ibu menari dan bernyanyi untukku..menemani hatiku bersajak untuk sang Cinta
Tapi mengapa kini Ia terlihat sangat rapuh???
“…1 tahun kau tak menyambangiku..bahkan untuk berbagi sajak..Aku merindukanmu, tp kotak cahaya ini tak cukup terang untuk menyentuh hatimu yang kulihat banyak bunga bermekaran di sana. Aku ingin terbang ke sana, tapi gerbang mawar itu terkunci duri..Kucoba masuk, tapi luka kudapat..Maka kupikir kau sudah menemukan teman hidup barumu. Akupun khawatir aku akan terhapus dari memori masa kecilmu..Itulah sebabku memudar..dan pada akhirnya akan menghilang.” “…lalu dengan segenap sisa cintaku, kusebut nama kecilmu..berharap kau akan menoleh untuk mencari siapa yang memikirkanmu siang malam..”
“…dan akhirnya kau datang…dengan membawa sedikit amnesia..Aku bagaikan ter-alienisasi oleh jiwaku sendiri!!!” “Beruntungnya aku masih memiliki sisa bentuk yang dapat kau lihat..berharap kau mengingatku..meninggalkan ketinggianmu..dan bersamaku menjadi anak kecil lagi…Seperti yang pernah dikatakan kawan jiwamu-Asmaraning”
“Akankah kita bersajak lagi? Akankah kita menari lagi? bolehkah aku bernyanyi untukmu lagi…menemani saat sendirimu?”
Sontak kupecahkan batu yang membungkus kotak cahayaku…serta merta sang peri gemilang kembali dan mencoba kepakan sayap-sayap mungilnya..
Sekarang kuingat dia..akan kubersihkan “labirin kata”ku maka kita akan bermain lagi…
Aku akan menjadi kecil lagi…
Terima kasih telah memanggil & menungguku..




